27/07/12

Tips Rahasia Memperbanyak Follower Twitter



Follow @viqarchu
Blogger dimanapun anda berada, mau diatas bumi kek, diantariksa, diatas perut atau di neraka. Dengan siapapun anda malam ini apa kabar? Apapun kabarnya gw disini semakin ganteng aja kok. Tenang aja, udah ada yang punya tentunya. Istri kesayangan yang jauh di mata beda jutaan ribu kilo meter. Akh... gw ngak akan curhat cuy.

Gw pikir-pikir kayanya blog gw monoton aja pada tulisan-tulisan formal konservasi dan hutan, kali ini gw pengen nulis tentang tips trik yang telah gw coba lakoni beberapa tahun sebelum gw keterima sebagai orang konservasi. Penelitian ini tentunya tidak dimotori atau dibiayai oleh pihak asing apalagi dalam negeri. Disini gw ingin menyampaikan kabar hasil penelitian gw melalui riset selama beberapa tahun ngetweet baik di laptop ataupun di HP gw. Penelitian ini murni lillahi taala mumpung sekarang bulan puasa dengan seruan utamanya "indahnya berbagi". Penelitian ini adalah hasil riset secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek ilmiah, nurani, perasaan dan kemanusian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus jaman sekarang yang punya banyak followers itu kian didambakan oleh hampir 99,99 persen pengguna twitter, tanya kenapa? meneketehe, tanyakan saja kepada orang orang yang pengen punya banyak follower karena selain gw nga tau, bukan tugas dan fungsi gw tentunya. Tugas gw maen di hutan dan menjaga kelestarian hutan demi SELURUH umat manusia di muka

22/07/12

PEMBINAAN HABITAT SATWA LIAR DI KAWASAN KONSERVASI

Kelelawar di kaki Gunung Sakora
PEMBINAAN HABITAT SATWA LIAR DI KAWASAN KONSERVASI

 Disampaikan pada on the job training pengelolaan kawasan konservasi bagi staf fungsional Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, tanggal 26 – 30 Juli 2010 Oleh : Kepala Balai KSDA Jambi


PENDAHULUAN 
(1) Kawasan konservasi sebagai kawasan yang di dalamnya terkandung berbagai hidupan liar, dan ekosistemnya berperan sebagai penyangga kehidupan dengan potensi keanekaragaman hayati yang tidak ternilai. 
(2) Potensi keanekaragaman hayati dan kawasan merupakan kebanggaan nasional sebagai kekayaan yang harus dijaga keberadaan dan kelestariannya sebagai tanggung jawab seluruh komponen bangsa (pemerintah bersama masyarakat secara luas) maupun komunitas global (dunia internasional).
(3) Potensi keanekaragaman hayati : Indonesia dengan luas daratan yang hanya sekitar 1,3 % dari keseluruhan permukaan bumi. Kaya akan berbagai species hidupan liar dan berbagai tipe ekosistem, dengan tingkat endemitas tinggi. Kekayaan bumi Indonesia tersebut menurut World Conservation Monitoring Commitee (1994) mencakup 10% dari seluruh spesies Tumbuhan berbunga di dunia, 12% dari seluruh spesies Mamalia di dunia, 16% dari seluruh spesies Reptil dan Amphibi di dunia, 17 % dari seluruh spesies Burung di dunia dan 25 % dari seluruh spesies Ikan di dunia. Potensi sumber daya alam Indonesia saat ini tidak kurang dari : 25.000 jenis flora dan 400.000 jenis fauna. Jenis-jenis tersebut antara lain : 5.000 jenis anggrek, 500 jenis paku-pakuan, 1.539 jenis burung, 500 jenis mamalia, 10.000 jenis pohon, 2.500 jenis moluska, 214 jenis krustacea, 3.000 jenis ikan, 6 jenis penyu, 25 jenis Mamalia laut, Terumbu karang 450 jenis. 
(4) Potensi kawasan : Luas kawasan hutan yang mencakup sekitar 120, 35 juta hektar atau 62,6 % dari total luas daratan 192,16 juta hektar, yang terdiri atas hutan lindung, hutan produksi, dan hutan konservasi. Sedangkan kawasan konservasi yang telah ditetapkan sampai saat ini adalah 519 unit dengan luas total 28,16 juta hektar dengan perincian 50 unit Taman Nasional seluas 16,38 juta hektar; 119 unit Taman Wisata alam seluas 1,06 juta hektar; 21 unit Taman Hutan raya seluas 343.454 hektar; 14 unit Taman Buru seluas 219.392 hektar; 237 unit Cagar Alam seluas 4,73 juta hektar dan 77 unit Suaka Margasatwa seluas 5,42 juta hektar.
(5) Pembinaan habitat merupakan kegiatan untuk memperbaiki keadaan habitat guna mempertahankan keberadaan atau menaikan kualitas tempat hidup satwa agar dapat hidup layak dan mampu berkembang. 

HUTAN SEBAGAI HABITAT SATWA
Satwa liar dapat menempati tipe habitat yang beranekaragam, baik hutan maupun bukan hutan seperti tanaman perkebunan, tanaman pertanian (sawah dan ladang), pekarangan, gua, padang

14/07/12

Kopi Galau

ber-kopi bareng masyarakat
Minum kopi atau ngopi, mungkin merupakan satu dari sekian banyak kata kerja dalam kamus bahasa Indonesia. Semua mendefenisikan aktivitas; dari negosiasi tukar pikiran, reuni dengan kawan lama, sampai bincang-bincang formal dikalangan menengah atas. Smua bisa dilakukan dengan ngopi

Ngopi juga tak mengenal status dan strata social di masyarakat kita. Kelas atas, menengah, punya duit bahkan sampai orang paling miskin pun pernah melakukan ritual ngopi. Dari warung kopi kelas atas yang berada di mall-mall gede sampai dipangkalan-pangkalan ojek. Tidak ada diskriminasi soal ngopi semua menikmatinya. 

Klo gw boleh menganologikan aktivitas minum kopi dengan kehidupan gw sehari-hari kayaknya paling pas deh, kadang kaya, kadang miskin sama halnya kadang pahit atau manis sebuah kopi yang terrseduh dari cangkirnya. Cangkir kopi itu adalah otak dan atau perasaanku. 

Seringkali kita menikmati kopi adalah lebih banyak pahit dibanding manisnya, lebih banyak ampas daripada kopinya. Jauh dari keluarga saat bertugas, seminggu doang bersama istri tercinta, harga-harga meroket naik tidak disertai kenaikan gaji, hutan rusak akibat pembalakan liar, banjir dan longsor dimana-mana hingga kualitas kita sebagai

13/07/12

Tulisan tak memiliki SIM


Sepagi ini buka laptop 13 Juli 2012 – 10.07 seperti biasa sambil dengen winamp diatas meja kerjaku.


Tiba-tiba nga tau dapat angin apa diriku “sepagi” ini harus buka laptop ditemani segelas kopi low acid dan merokok. Tidak seperti biasanya. Kopi sepagi ini dapat menyebabkan sakit maagku kambuh tapi kenapa aku bisa mencicipinya. Apa mungkin aku tak bisa menghindari yang namanya kopi. akh tidak penting…


Ditemani musik winamp dilaptopku sembari membuka media sosial yang aku punya serta membalas komentar-komentar mereka tentang tulisanku yang masuk di Majalah Konservasi Alam. Terima Kasih semuanya… Akhirnya tulisan perdanaku masuk disalah satu majalah besar dilingkup kemenhut. Semua anugrah dan kegembiraan tak terdefenisikan oleh orang lain. Aku sangat senang dengan hadirnya tulisanku. Awalnya aku tak pernah di hubungi tim redaksinya, aku mengetahuinya dari seorang teman (wedkita) yang kini udah dimutasi ke BKSDA Kalimantan Selatan kebetulan mengikuti diklat jurnalistik oleh PJLK2HL di Bogor. Alhamdulillah (lagi)

08/07/12

Hujan; Lalu aku merindukanmu, istriku…

Meja Kerjaku, 08 Juli 2012 jam 19.43 tertera di desktop laptopku

Malam ini entah mengapa aku benar-benar merindukan sosok istriku yang jauh disana. Puluhan ribu kilometer atau bahkan lebih mungkin jaraknya.

Istri yang hanya sesaat berada didekapku. Kataku dalam hati tanpa pernah mengeluarkan suara lantang ke penguasa diatasku “sungguh kejam negara ini, tega memisahkan kami yang baru seumur jagung nikah dan harus berpisah” tapi pelakku “ bukan, bukan negara yang kejam; ini adalah konsekuensi logis dari pilihan yang kami pilih. Dan kami harus siap dengan semuanya” logika sederhana baik positif maupun negative semisal “akh.. udah resign aja istriku, gaji gw masih cukup buat kita” selalu beradu di kepalaku ketika menunggu waktu SPT dengan berkhayal, nongrong dimeja kerja atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman senasip didepan TV yang

Konservasi Alam dalam Kacamata Islam

Muqadimah 
Kawasan konservasi di SPTN Wilayah I
Alam dan lingkungan hidup tidak terpisahkan dari manusia. Dan peran manusia adalah sebagai sosok yang memakmurkan bumi termasuk memelihara alam dan lingkungan hidup. Secara ekonomis alam dan lingkungannya sangat berharga dan penting. Telah banyak dicatat kerugian yang diakibatkan kerusakan alam dan lingkungan, baik secara langsung seperti permbalakan liar (ilegal logging), maupun tidak langsung seperti sedimentasi di waduk ataupun bendungan yang membuat PLTA tidak beroperasi sehingga menurunkan daya listrik. Pada kondisi tertentu keadaan ini mengakibatkan pemadaman bergilir yang akhir-akhir ini sering terjadi. Dalam skala yang lebih luas, bumi terancam oleh pemanasan global dan efek rumah kaca yang dapat menenggelamkan pulau-pulau dan kota-kota tertententu di dunia. Berbagai tindakan telah dilakukan oleh negara-negara di dunia. Dalam Konverensi Tingkat Tinggi tentang lingkungan hidup di Kyoto, Jepang beberapa kesepakatan telah dicapai untuk mengurangi emisi setiap negara. Namun, Amerika Serikat tidak ikut menandatangani perjanjian penurunan emisi tersebut. Sebuah arogansi yang untuk kesekian kalinya ditampakkan. Dalam khasanah ilmu pengetahuan barat, konservasi merupakan cabang dari ilmu yang disebut ekologi. Ekologi berasal dari akar kata yang sama dengan ekonomi, yaitu oikos (rumah tangga). Sehingga ekologi adalah ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup, yaitu mengenai hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan bendabenda mati disekitarnya. Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan hidup adalah kewajiban, yaitu sebagai salah satu kewajiban manusia sebagai