07/07/06

VIQAR anakmu VIQAR kaka chu

Aku tidak mengerti reingkarnasi ini
inilah bentuk kehidupan sayang
Apa hidup itu?
kemanisan bercampur kepahitan
pengetahuan bercampur kegilaan
moral bercampur bengis
akhirnya sakit
Saat ini ulang tahun-Qoe yang kesekian kalinya melihat matahari di dunia ini. Qoe tak bisa membayangkan kado ulang tahunQoe kali ini adalah tembok-tembok kehidupan yang sebenarnya ada di depan mata-Qoe. Kehidupan yang sebenarnya; kehidupan yang tak hanya tersekat oleh pagar besar kampus UNHAS, kehidupan untuk menjadi yang terbaik dan terbaik diantara orang lain. Setidaknya pada ulang tahun-Qoe kini Qoe telah mendapatkan sebuah tambahan huruf di belakang nama kebesaran-Qoe. yah... tittel akademik tapi sudah ah Qoe muak dengan itu semua Qoe jenuh mengarungi hidup yang membawa kapal megah dalam samudranya, entah kemana ke tepian atau hanyut di dalamnya bahkan bisa jadi Qoe tengelam sedalam-dalamnya.
Qoe ingat ketika dulu tanpa beban apapun Qoe bisa mendapatkan semua harapan dan impianQoe yang bersemayam dalam kepala kecilku, berlari, bermain, sembunyi, dan menari-nari diatas keyamanan belaian orang terkasihQoe. Mama-papa-Qoe, adik-adikQoe, sepupuQoe, dan keluarga besarQoe yang selalu terlintas dalam ingatanQoe...Qoe sayang kalian semua...terima kasih!
Kini Qoe sebatang kara hidup di kota ini, demi sebuah legitimasi dilingkungan sosialQoe demi sebuah nama kebesaran....persetan dengan itu!
Mama...Papa...Tiwi...Nina...kaka chu rindu skali saat ini. Qoe ingin peluk kalian erat-erat dan takan Qoe lepaskan. Qoe ingin nikmati hidangan sayur kacang merah mama; Qoe ingin cambukan dari papa; Qoe ingin perintah adik-adikQoe tuk mengambilkan sesuatu; Qoe ingin...
Qoe sangat ingin!
Tuk Mama...
Mama sekarang anakmu sudah bisa memahami pembelajaran dan kasih sayang yang engkau tanamkan selama ini, anakmu kini telah berusaha untuk memberikan yang terbaik untukmu tapi! Maaf mama. Qoe belum bisa memberikanmu selimut kehangatan tuk tempat tidurmu, karna Qoe tau ma keadaanmu sekarang tidur dalam kondisi kedinginan. Maafkan anakmu mama... maaf ... maaf... ,maaf! Qoe masih mendambakan sentuhan kasih sayangmu yang selembut-lembutnya. Mama anakmu kini telah berusia hampir seperempat abad. Terima kasih atas semuanya. Qoe tidak tau harus berbuat apa untukmu. Qoe tak punya daya tuk balas kasih sayangmu sekali lagi maafkan anakmu.

Toek Papa yang berjuang di bawah pohon sana!
Papa... Qoe tahu betapa kerasnya kehidupan ini. Qoe ingat prinsip hidupmu yang selalu engkau ajarkan pada anak tertua-mu ini. Qoe ingat ketika dahulu engkau memarahiQoe, mengikatQoe di kuburan halaman belakang rumah, Qoe ingat ketika engkau mau memotong tangan kecilku ketika Qoe menyembunyikan uang hasil penjualan es batu dulu...! Qoe ingat semua itu dan akan selalu Qoe bawa sampai kapanpun.
Papa... anakmu kini sudah bisa setidaknya bertanggung jawab atas ulah yang Qoe perbuat sendiri, anakmu kini telah bisa menanggung konsekuensi dari pilahan Qoe sendiri; itu semua berkat didikanmu... itu semua berkat hasil kerja kerasmu. Terima kasih semuanya. Satu hal anakmu tak akan mengecewakanmu.


Toek Adik-adikQoe (Nina-Tiwi)
Satu hal yang kaka chu minta dengan kalian jaga baik-baik mama-papaQoe. Jangan kecewakan mereka. Sayangi mereka dek... karena kalian yang mengantikan kaka chu delam pelukan mereka, karena kalian yang mengantikan posisi kaka chu ketika mereka marah, sedih gembira... tolong kaka chu-mu ini. Maaf tiwi kaka chu belum bisa memberiakan apa yang kau inginkan selama ini; kaka chu belum bisa! Nina pesan dari kaka chu jangan terlalu membebani mama-papaQoe... Qoe tau kondisi mereka saat ini.. tolong kaka chu-mu

Toek semua orang maafkan diriQoe tidak dapat menjadi yang terbaik dalam kehidupan kalian. Fhara-Qoe maafkan jelekmu selalu saja menganggu otak kecerdasanmu, mengusik ketenangan hidupmu! Maafkan jelekmu...

Satu harapanQoe kedepan adalah memberikan yang terbai untuk semua orang. Qoe ingin menjadi manusia seutuhnya dan berjalan mendekati kesempurnaan-Nya... amien!

Tidak ada komentar: