Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan

23/01/11

Saya Marah nih Tuan...!!!

Tuan baru saja menyampaikan curhat (Curahan Hantu) yang mengatakan bahwa gaji presiden sudah 7 tahun tidak naik. Sebagai pegawai Negeri di Republik ini saya juga sedih kalau saya tidak mendapatkan kenaikan gaji kalaupun naik tidak lebih dari 200ribu (bayangkan coy). Tapi untuk kasus Tuan saya agak tersinggung membacanya. Mengapa saya tersinggung? ini faktanya yang saya dapatkan dari informasi dari balik layar monitor (baca surfing/browsing internet)….

Tuan Presiden mendapatkan gaji per bulan sebesar Rp 62 juta yang merupakan gaji pokok dan tunjungan jabatan per bulan untuk Presiden.
Ada anggaran lain di luar itu, yakni dana taktis, jumlahnya Rp 2 miliar per bulan.
Saat ini Tuan menerima gaji dan tunjangan yaitu sebesar Rp.62.497.800,- dan Wakil Tuan sebesar Rp.42.548.670,-. gimana dengan kami Tuan Presiden? masih untung saja klo gaji yang kami terima full 100% tanpa adanya potongan yg dipaksakan oleh pihak bank dengan mensekolahkan SK Sakti kami?? oh tuan presidenKu...! saya marah nih klo begini ceritanya. Seharusnya nilai Nasionalisme tuan lebih besar takarannya dibandingkan kita-kita tuan? Betul memang tugas Tuan sangat berat, tapi itu sebuah pilihan karena tidak ada yang maksa Tuan untuk jadi RI I. Ataukah apa perlu tuan saya transferkan sebagian gaji saya kepada Tuan? berapa sih nomer rekening tuan?
Saya masih ingat benar tuan ketika kampanya dahulu, tuan selalu menyebut sebuah panggilan jiwa, sebuah patriotisme tuan untuk mengabdi ke Negara tercinta ini, woiiii tuan....benarkah hanya untuk nusa dan bangsa? akh tuan becanda aja kerjanya :D
Secara etika sebenarnya tuan tidak perlu menyatakan di depan publik mengenai gajinya yang tidak  pernah naik selama 7 tahun itu. Pernyataan itu dapat ditafsirkan bahwa Tuan ingin naik gaji atau merasa gajinya sekarang kurang mencukupi atau merasa terabaikan, walaupun kubu politikus demokrat yang notabene adalah "orang kesayangan" tuan menafsirkan sebuah motivasi kepada rakyat Indonesia (melaui sebuah diskusi di Metro TV) tapi tuan penafsiran publik umumnya sama. Tuan ingin dinaikan gajinya...! Woi tuan.. liat nga saudara-saudara kita bahkan ada yang mengakhiri hidupnya karena tak mempu beli beras? Tuuaaaaannn..... Saya marah benar sekarang!

Siapalah saya tuan? saya hanya Pegawai Sangat Sangat rendah di Republik ini, yang mungkin juga makan gaji buta dari pendapatan Negara. Akhir kata "No Comment akh"...!!!! :D salam rimba yah tuan! hahahahhaaa

Sumber gambar : kaskus

08/02/10

SiBeYe... Kasihan Skali Nasibmu!


Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan “kebodohan” SiBeYe yang membuat pak Presiden kesel mengenai masalah Negara yang terjadi beberapa hari belakangan. Ini lebih kepada rasa ‘iri’ saya kepada presiden Amerika barack Obama. agak aneh saya piker-pikir juga, betapa meriahnya persiapan sambutan buat sang Presiden dari negeri adidaya itu yang notabene diantara kita banyak yang kontra terhadap isme2 dari mereka. Sebut saja Kapitalisme, lihat saja.. semalam di TV-One pada program acara “apa kabar Indonesia malam”, sampai mendatangkan juru bicara dari pihak kedutaan Amerika Serikat, tadi pagi waktu nonton berita lagi, ada anak - anak disalah satu SD yang sedang berlatih menari untuk menyambut kunjungan Obama, lalu kemarin tim survey dari Amerika mendatangi Indonesia untuk “menginspeksi” tempat - tempat yang kemungkinan akan didatangi Obama Maret nanti. wah…Obama siapakah dia???

Di sisi lain, di waktu yang sama kita justru sedang giat-giatnya para aktivis menDemo presiden kita sendiri sampai-sampai ada yang membawa kerbau sebagai symbol perlawanan terhadap SiBeYe, yang notabene berdasarkan hasil pemilu kemarin yang penuh dengan rekayasa politik. masa tega ya..??? tulisan saya tak ada maksud membela SiBeYe, tapi ini lebih kepada curahan hati saya kenapa presiden negara lain kita puja - puja namun justru presiden kita sendiri kita “ludahi”? bukankah sama saja kita merendahkan bangsa sendiri???