03/02/12

Tips Memasuki Hutan

Berekspresi dalam hutan

Berkegiatan alam bebas, utamanya para penyuka pendakian gunung ataupun hiking, pasti akan mudah sekali memasuki kawasan hutan, karena itu adalah bagian dari alam bebas yang harus di temui. Banyak dari para petualang yang tersesat ataupun mengalami hal- hal yang tak diinginkan saat telah berada di dalam hutan, seperti tersesat ataupun terkena aneka penyakit yang disebabkan oleh "penunggu dan penjaga" hutan. Berikut ini tips sebelum memasuki hutan, semoga bermanfaat. 

Hutan, baik geografis atau tipologis, memiliki keadaan dan tantangan lingkungan berbeda. Keadaan alam liarnya menjadi daya tarik para penikmat alam. Bagaimanapun alasannya, kehidupan di alam bebas memiliki berbagai kemungkinan dan keadaan tidak menentu. Mulai dari kondisi tanah, cuaca, hewan, tumbuhan, air terbatas, terutama kemampuan adaptasi manusia. Pengetahuan keadaan tak menentu ketika berada di alam bebas, disebut jungle survival , sangat dibutuhkan para petualang walau sekadar menyalurkan hobi. Kemampuan diri sangat menunjang keselamatan, sekaligus agar wisata alam liar kita berjalan baik. 


1. Siapkan perbekalan sesuai kebutuhan. Rencanakan kegiatan dan ikuti prosedur yang berlaku. Tetap berkelompok, jangan mengasingkan diri. 

2. Siapkan sikap dan mental. Jangan mudah panik, disiplin, berpikir jernih, dan optimis agar selalu waspada dan membuat keputusan dengan tenang. Siapkan keyakinan dan kepercayaan diri. Miliki kemampuan
belajar dari pengalaman dan alam sekitar, pengetahuan lingkungan rimba, laut, serta pengetahuan cukup pada biologi dan ekologi. 

3. Pelajari tumbuhan yang bisa dikonsumsi dan dijadikan obat. Konsumsi tumbuhan yang sudah dikenal dan masak lebih dahulu agar aman. Jangan mengkonsumsi tumbuhan dengan warna yang menyolok ( biasanya putih atau kuning ), berbau tidak enak, dan tidak memiliki getah susu. Biasanya tumbuhan berbahaya hidup menyendiri, berduri dan pahit. Tumbuhan yang bisa dikonsumsi, di antaranya : gadung ( Uwi, dioscorea hispida ), buah senggani ( harendong, malastoma polyantum ), sintrong atau gynura arrantiaca, rebung bambu, pisang, jamur kuping, dan jamur tiram. Sebagai saran, jadikan kelapa sebagai menu utama agar aman untuk bertahan hidup. 

4. Ketahui tumbuhan obat sebagai pengobatan pertama ( P3K ). Simplisia nabati atau tumbuhan obat banyak hidup di alam Indonesia. Biasanya diketahui dari mulut ke mulut dan menjadi obat tradisional masyarakat. Beberapa tumbuhan obat yang biasa digunakan di antaranya: Daun kaki kuda atau antanan untuk obat sariawan, batuk, sakit perut. Daun dan biji muda kaliandra bisa digunakan untuk obat sariawan. Daun sembung manis untuk sakit perut dan panas. Ki Urat, numpong, getah kamboja untuk mengobati luka, bengkak, keseleo. 

5. Hati - hati dengan beberapa tumbuhan di bawah ini, terutama jika kontak langsung dengan bagian tubuh Anda. Di antaranya: Pulus atau kemadu, ingas atau rengas, raweh atau rarawean, dan buah aren mentah, yang akan menimbulkan iritasi kulit, gatal-gatal, kulit panas dan bengkak. Biji jarak membuat kepala pusing, mencret, selalu buang air besar, dan muntah - muntah. Bunga dan daun kecubung, jamur psilocybe sp dapat menimbulkan halusinasi. Seluruh bagian pohon picung atau pangi dan jamur amanita verna sangat beracun dan mematikan. 

6. Ketahui jenis hewan yang bisa dijadikan makanan. Pelajari habitat, bentuk fisik, makanan, pola tingkah hewan itu, dan cara menangkapnya. Hewan lebih sulit ditemukan daripada tumbuhan sebagai sasaran makanan. Sebagian besar binatang liar bisa dikonsumsi. Tetapi hindari hewan yang memiliki duri, memiliki alat penyengat, berwarna menarik dan menyolok, dan serangga yang memiliki bulu. Sebagai saran, berburu ikan itu lebih aman. 

7. Sebaiknya hindari beberapa hewan di bawah ini. Karena mengandung racun dan berbahaya bagi keselamatan manusia. Di antaranya: Nyamuk agas, biasa hidup bergerombol di rawa dan rimba. Nyamuk malaria, penyebab penyakit malaria. Gigitan semut api yang biasa merayap di tanah dan dedaunan, membuat panas dan gatal pada kulit. Sengatan lebah atau tawon, kalajengking, lintah atau pacet, dan kelabang. Terutama hindari kontak dengan harimau, macan, ular, dan buaya. 

8. Jagalah kaki tetap kering, karena beresiko infeksi jika basah terlalu lama disebabkan air yang tidak higienis. Konsumsi air jernih dan telah dimasak. Jika terpaksa minum air mentah, maka gunakan daun lebar untuk mengumpulkan air hujan atau embun. Potongan bambu biasa digunakan untuk menampung air hujan. 

9. Gunakan kayu bakar dari pepohonan dan tumbuhan yang mengandung terpetin, seperti ranting kering, kayu kering, getah pohon pinus, dan getah pohon damar. Buatlah api untuk penerangan, penghangat, memasak, penghilang takut, menghindari hewan buas, dan sebagai alat isyarat bagi orang lain. 

10. Jika anda tersesat, usahakan kembali ke jalur semula. Gunakan tanda sebagai jejak ketika telah melewati jalur tertentu, di ranting, pohon, atau tanah. Berjalanlah di punggung gunung, biasanya jalur daki menggunakan punggungan sebagai jalur. Hindari jalur lembah yang akan membuat anda sulit dilihat orang lain. Turunlah ke sungai hanya untuk mengambil air, karena binatang liar menjadikan sungai sebagai sumber kehidupan mereka. 


Itulah tips sebelum memasuki hutan, semoga bisa di terapkan. Tentu banyak hal yang tak disebut di atas bisa terjadi secara mendadak, karena alam tak bisa di tebak, silahkan dalami dan lebih berhati - hati. Selamat berpetualang!

| belantaraindonesia |

Tidak ada komentar: