...Bosan Tak terasa waktu trus berjalan
sampai tak kusadari Akh...
[ExtShellFolderViews]
{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}=
{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}
[{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}]
Attributes=1
IconArea_Image=(pilih gambar yang anda inginkan).jpg
IconArea_Text=65535
[.ShellClassInfo]
ConfirmFileOp=0
IconFile=%SystemRoot%\system32\SHELL32.dll
IconIndex=170
Sebelumnya bukan maksud untuk menggurui pembaca sekalian tentang metode yang tepat untuk menaklukkan pujaan hatinya. Apalagi sampai saat ini Qoe belum menemukan pujaan hati sesunguhnya maka tepat dikatakan teori hanyalah sebatas konsep semu semata tanpa ada aplikasi pada kehidupan nyata.
Memang bahwsanya setiap pejuang cinta dapat melakukan berbagai cara untuk menaklukkan sang primadona pujaan hati.
Cinta merupakan pengorbanan; ia (cinta) bergelora, berunduk ibarat bola salju yang semakin membesar dan tak terbendung – karena cinta orang bisa mati dan hidup – karena cinta membawa ruh suci pada keintiman hati; sebuah tanda yang takan bisa dipahami oleh insan manusia. Dengan cinta terkadang kesunyian dan keramaian bersatu padu dalam rasa bahkan pada titik klimaks sebuah nafsu. – seperti itulah cinta –
Lantas bagaimana apabila kita selalu diliputi oleh pikiran-pikiran agar melahirkan strategi jitu untuk menaklukkan pujaan hati? Berikut Qoe akan mencoba menyajikan rumus jitu dari teori ini :
Teori Spiral
Spiral merupakan bentuk sederhana dalam ilmu ukur mengukur dan gambar mengambar. Dalam pengaplikasian teori cinta ini adalah bagaimana kita (sang pejuang) memainkan ritme pendekatan kita terhadap pujaan hati. Atau bisa jadi cara pendekatan yang digunakan adalah tarik ulur. Tarik dalam artian memberikan sedikit gombalan kemudian mnghilang memberikan ruang gerak selanjutnya. Sikap yang harus dicermati yaitu ketika memberikan rayuan gombal agar dipertimbangkan kesan yang akan ditimbulkan ataupun sebaliknya memberikan kritik yang tidak terlalu mendalam kepadanya. Kerana bisa jadi sang target tersinggung bahkan sampai menjauhi kita.
Teori Burger
Teori sejenis makanan ini merupakan salah satu alternative untuk berjuang menaklukkan sang pujaan hati. Knapa Qoe menyebutnya burger dikarenakan jenis makanan ini keunikan dan kenikmatan ramuan terdapat pada bagian tengah – Qoe membedahnya bukan dari sudut eksistensi – maka ketika kita berusaha “menembak” sang pujaan hati maka lihatlah ”bagian tengah” sang target. Maksud dari bagian tengah tersebut adalah ketika burger ditekan maka bagian tengah tersebut akan keluar segala isi yang terdapat dalam rasa burger itu. Dalam artian penekanan disini dimaksud adalah “menganggu” sang pujaan hati terus menerus dan ketika kita hilang maka dia akan merasakan ada sesuatu yang hilang. Mungkin “mengangu” bagi sebaian orang sangat tidak nyaman tapi menurut hemat Qoe disinilah letak keunikan dari teori ini. Sangat kontradiksi dengan teori pertama. Karena pada teori ini kita terus melakukan penekanan terus menerus. Tanpa ada jeda.
Pasti masih banyak teori dan strategi selain tersebut diatas. Karena itu setiap kita ataupun target mempunyai sikap yang berbeda-beda sehingga cara pendekatan yang kita lakukanpun berbeda. Teori ini tidak mutlak dilakukan semuanya tergantung pada kondisi sosial si-manusianya sendiri. Selain itu Qoe menyadari ini semua tidak ada special dibandingkan strategi jitu yang telah diterapkan pembaca sekalian; teori ini Cuma setetes kecil warna dalam defenisi dan kehidupan cinta yang ada pada diri manusia. Untuk itu marilah bersama kita warnai makna cinta dalam defenisi bumi. Harapan Qoe agar pembaca menyempurnakan teori ini dengan cara memberikan tanggapan dan sarannya dalam kolom komentar dibawah ini… terima kasih untuk anda semua !!!
Sangat menarik memang untuk membedah "isme" yang satu ini. Setelah sekian lamanya tak menulis, Penulis justru berpikir mengapa isme yang satu ini tetap menarik untuk dikaji; Hal ini dikarenakan akbat yang timbulkan oleh
Sementara teori tadi masih bergema gaung diseluruh dunia, seorang ahli botanis Gregor Mandel mengungkapkan adanya hukum pewarisan keturunan seperti yang adik-adik kita pelajari di Kelas III SMU. Penemuan ini sangat penting sebagai awal alhirnya ilmu genetika.
Teori evolusi berargumen bahwa evolusi suatu spesies menjadi spesies lain yang lebih maju berlangsung bertahap selama jutaan tahun. Dugaan logis yang wajar ditarik dari klaim ini bahwa ada banyak sekali organisme-organisme hidup yang disebut organisme paralihan atau organisme perantara yang mestinya hidup pada masa transformasi ini.
Misalnya, beberapa mahluk setengah ikan dan setengah reptil mestinya pernah hidup pada masa lalu yang memperoleh sebagian sifat-sifat reptil disamping sifat ikan yang mereka miliki; atau mestina juga pernah ada beberapa burung setengah reptil, yang memperoleh sifat burung disamping sifat reptil yang pernah mereka miliki. Karena para penganut isme ini mengatakan bahwa semua mahluk hidup berkembang dari satu sama lain selangkah demi selangkah, jumlah dan varietas bentuk-bentuk peralihan mestinya ada jutaan kini.
Sepanjang yang penulis baca dan ketaui (ataukah pembaca ada yang mampu membuktikannya); semenjak
Dengan tidak adanya penemuan fosil bentuk peralihan ini, mestinya isme yang satu ini dibuang kekeranjang sampah sejarah; akan tetapi oleh karena ada kalangan tertentu untuk merevisi, memperbaharui, ataupun membenarkan teori ini secara ilmiah, justru kita harus menyadari bahwa dibalik evolusi ini terletak maksud-maksud idiologi dari pada pertimbangan ILMIAH ....!!! HIDUP ILMIAH....
Hati ini
Terus Bertanya,
Mengapa
dan mengapa
Lalu Ku bercermin
Kulihat ada benci disana
Ada congak, Lupa diri
dari keangkuhan.
Lalu aku malu....
Sunguh malu!!!
Peringatan ini
Sungguh menusukku.
Meresap jauh
kedalam sukmaku
Lalu aku takut
Takut akan sifat kaumku.
takut akan peringatan berikutnya
Dari Mu
Lalu aku sadar ...
Betapa tak berdayanya diriku
Tolonglah hambamu
ya Tuhanku
DUNIA MAYA
Sudah lama aku disini menunggu sebuah penantian
yang tak kunjung berakhir....
kadang aku lelah dan seperti orang bodoh
pikiran ku terkuras setiap hari
hanya untuk seseorang .........
yang sangat jauh dariku aku lelah sekali
hatiku dan pikiran ku lelah
aku ingin berhenti dan melepas semuanya
aku tidak tahu apakah apa yang terjadi selanjutnya
aku tidak ingin melihat ..
kepedihan,kesedihan,kepahitan semua yang pernah
aku rasakan.....
ku ingin melepas semua nya
ku ingin buka hatiku lebar-lebar
ku ingin melakukan sesuatu yang berguna
ku ingin bahagia
ku ingin tertawa lebar tanpa beban
ku ingin berdiri tegak
ku ingin berjalan tegak kedepan tanpa menoleh
aku harus bisa .......
aku yakin aku bisa
karena karena cinta aku bisa berdiri
aku tak peduli apakah akan da pembalasan
dari cinta itu sendiri
tapi aku tulus mengatakan karena cinta
aku menjadi berharga
KERINDUAN TERDALAM
Ku sangat ingin bertemu dengan mu
ku sangat merindukan mu
di setiap waktuku
di setiap nafasku
ku ingib berbicara kepadamu
ku ingin mendengar suaramu
ku ingin mendengar canda tawamu
ku rindu akan hal hal yang pernah
kita lalui berdua
banyak hal yang ingin kulakukan dengan mu
banyak hal yang ingin kuceritakkan dengan mu
ku ingin dirimu kembali ke pangkuan ku
yang telah lama hilang
ku ingin kau kembali bersamaku
seperti kita bertemu
untuk pertama kalinya
rasa perasaan yang kumiliki kepada mu
masihlah sangat besar tak berkurang
aku takut untuk kehilangan mu
ku ingin mengenggam tanganmu
dan berjalan bersama-sama
seperti dulu lagi
kutunggu hari itu
ku ingin tahu keadaan mu sekarang ini
apakah kau baik-baik saja
ku sangat ingin menyentuh wajahmu
hidungmu........
kini semua itu hanya kenangan
yang sulit dilupakan seumur hidupku
kenangan terindah yang pernah
kumiliki.
"Sesungguhnya semua cintaku
Tulus kupersembahkan untukmu
Hingga saat ajal menjemputku
Tak pernah kuberharap darimu
Tuk membalas semua cintaku
Biarlah menghiasi hidupku
Tuk selamanya...
(Ari Lasso, Tulus)
Itulah sepenggal bait lagu ciptaan Ari Lasso dalam album berjudul kulihat, kudengar, kurasa yang mengandung arti mendalam. Tulus menceritakan perasaan cinta seseorang yang sama sekali tidak bersyarat, tak menanti balasan dari orang yang dicintainya.
Cinta itu tak bersyarat? mana bisa!
Cinta dalam arti sempit merupakan perasaan murni yang timbul dalam diri kita terhadap objek misalnya dalam hal ini orang lain. Jadi, tidak ada cinta yang diistilahkan "bertepuk sebelah tangan"
Memang wajar, kalau nurutin kata hati plus gengsi, kita (sang pencinta) inginnya mendapat respon yang sama dari orang yang kita cintai. Misalnya kita secara terang-terangan atau diam-diam mencintai seseorang yang ternyata orang itu tak demikian memiliki perasaan yang sama dengan kita. Kita jadi malu, uring-uringan, bahkan berpikiran negatif lainnya. Padahal bisa mencintai seseorang dan mengangapnya sebagai bagian dari diri kita sudah merupakan kebahagiaan luar biasa.
weird? not at all, guys!
Bayangkan, sebenarnya betapa egoisnya kalau selalu berharap dibalas cintanya oleh orang yang dicintainya
Memang cinta itu rumit sampai-sampai Viqarologi sampai hari ini belum mendapatkan makna yang jelas tentang cinta. Jadi wahai para pencinta, bersyukurlah karena kita masih bisa mencintai.

"salah satu tugas pemerintah adalah menjamin rakyatnya (dari bayi hingga meninggal) dalam hal perumahan, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan rakyatnya" Menurut Hayek dalam `road to sardom`
Lantas apakah penyebab utama dari kebobrokan-kobobrokan dikarenakan pemimpin kita yang kurang beres. Sang Presiden beserta kloni-kloninya ataukah ketakutan kita dari ancaman dunia yang meng"kapitalis"kan Indonesia. Atau lebih jauh lagi disebebkan oleh kromosom/gen orang Indonesia sebagai seorang bajak laut. bukan pelaut. Mungkin kado terbaik untuk kemerdekaan kita adalah kesejahtraan rakyatnya. itu saja tidak lebih.
Untuk itu sebagai bangsa yang "merdeka" harus dan tetap mengutuk pemimpin saat ini. Ingat perjuangan rakyat tidak berakhir 17 Agustus 1945; tetapi selamanya. selama tokoh, sistem, dan isme-nya tetap seperti detik ini. MERDEKA"Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa"
Aku tidak mengerti reingkarnasi iniinilah bentuk kehidupan sayangApa hidup itu?kemanisan bercampur kepahitanpengetahuan bercampur kegilaanmoral bercampur bengisakhirnya sakit
"Filsafat adalah upaya manusia dan keseluruhan lingkungan untuk memperoleh jawaban-jawaban dengan metode radikal, integrital, kritis, reflektif, dan sistematis"
Sebelumnya saya pribadi meminta maaf apabila dalam tulisan-tulisan ini terdapat kesalahan dan kekurangan semua tulisan ini bersumber dari kajian-kajian persemayamanku dan referensi buku-buku yang telah ada serta saya pribadi kebetulan tidak mendalami ilmu ini; karena dengan cinta maka saya memberanikan diri menulis konsep ini. Sejatinya tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak; kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang ada pada si"doi" diatas
Memang, sebuah kata berlebel filsafat adalah sesuatu yang unik. Filsafat sangat berjasa dalam menjawab berbagai pertanyaan serta mengasah daya kritis seseorang. Dari sejarah kita dapat membaca kontribusi para filusuf-filusuf seperti Plato, Aristoteles, Karl Marx, Rene Descartes, Thomas Aquinas, Imanuelt Khan, Hagel, Ibnu Rush, Ali Syariati, Ibnu Sina, dan sebagainya dan sebagainya, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern membawa pengaruh begitu besar dari filsafat sehingga turut menyumbangkan banyak manfaat untuk perkembangan dunia.
Namun di salah satu pihak, seperti orang tua saya. Filsafat dianggap sebagai racun yang bisa menyesatkan, bisa membuat orang gila bahkan memurtadkan agama seseorang dan selama ini saya membantah hal itu entah karena subyektifitas yang ada pada diriku. Ku menyebutnya"sabda dari persemayamanku" karena letaknya berada dalam area pandangan dunia, maka filsafat rawan dengan perang pemikiran. Tak kurang seseorang dari Al Ghazali sempat berseteru dengan Ibnu Sina dan berakhir degan kesimpulan mengharamkan filsafat. Baru kemudian datang Ibnu Rushd dengan mencairkan kebekuan dalam bukunya "kesesatan dalam kesesatan"
Sumber utama "perkelahian" itu adalah sumber yang berlainan. Satu berdasarkan pada Al-Quran dan Hadist dalam konteksnya (konseptualis) dan lainnya berdasarkan menyandarkan pada akal manusia.
Sebenarnya dari berbagai mahzab yang dipakai hingga kini adalah perpaduan antara tindakan dan mendorong penalaran semua wujud yang tampak dari penalaran rasionalitas, rasio dan syariat akan bertemu pada satu titik tanpa adanya konflik, bahkan saling mendukung dan menempatkan posisinya masing-masing dan saling mencintai.
Filsafat adalah "sejenis makanan" yang sangat dekat dengan keseharian kita. Setiap orang pasti sering bertanya dan bertanya tentang sesuatu. Pertanyaan seperti mengapa aku ada? Siapa Aku? Apa itu kebenaran? Apakah Ada Tuhan? Terkadang muncul diluar ketidakberdayaan kita di area pemikiran. Ketika kita terus bertanya dan bertanya maka secara tidak langsung kita telah berfilsafat. Karena azasinya manusia selalu menghadapi permasalahan dan berusaha mengatasinya dengan pemikiran. Dan terkadang manusia selalu mengsekte-sekte apakah itu benar salahnya. baik dan buruk, dan sebagainya.
Dengan sebuah filsafat setidaknya kita dapat memecahkan suatu masalah dan menambah daya kritis kita dalam menyikapi persoalan hidup. Lebih dari itu kita dapat mendalami kajian-kajian spiritual kita dalam menyikapi tentang adanya tuhan. Mengetahui pemikiran-pemikiran manusia barat seperti Karl Marx dan keloninya, menyelami pemikiran filusuf islam seperti Ali Syariati dan lainnya.
